MANAJEMEN RESIKO
- Identifikasi Bahaya dan Aspek, Penilaian dan Pengendalian yang juga disebut Hazard and Aspect Identification, Assessment and Control (H&A-IAC), Job Safety Analysis (JSA), dan Hazard Operability Studies (HAZOPS) yang kemudian disebut sebagai Manajemen Risiko
TUJUAN
- Prosedur Manajemen Risiko mendeskripsikan proses penanganan Manajemen Risiko yang diaplikasikan pada semua kegiatan yang mengandung potensi bahaya yang dapat mengakibatkan kerusakan dan menimbulkan biaya operasi pada kegiatan operasional di lokasi perusahaan
RUANG LINGKUP
- Prosedur ini berlaku pada semua area kerja perusahaan
- Manajemen Risiko harus diaplikasikan untuk semua pencemaran dan dampak lingkungan sesuai ketentuan hukum dan persyaratan lainnya, dan semua aspek dan dampak signifikan lingkungan
RISK MANAGEMENT
- Suatu pendekatan logic dan sistimatis untuk mengelola keadaan yang belum diketahui mengenai risiko kerusakan, dan dampak lingkungan
HAZARD OPERABILITY STUDIES
- Suatu tehnik Studi Bahaya dan Pengoperasian untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang ditimbulkan oleh masalah pengoperasian karena deviasi dari desain awal dan desain baru suatu instalasi
Hazard and Aspect Identification Assessment and Control (H&A-IAC)
- Suatu sistim identifikasi dan penilaian aspek bahaya keselamatan dan lingkungan, dan pengendaliannya terhadap risiko dan dampak setiap area kerja ataupun peralatan berdasarkan pada dan pemenuhan terhadap ketentuan pemerintah untuk mencegah kejaidan yang tidak diinginkan terjadi terhadap PEME (People, Equipment, Material and Environment – Manusia, Peralatan, Material dan Lingkungan)
ASPEK LINGKUNGAN
- Aspek kegiatan perusahaan dan produk yang dapat berinteraksi dengan lingkungan
DAMPAK LINGKUNGAN
- Suatu dampak atau perubahan yang terjadi pada lingkungan, apakah dampak negatif maupun positif secara keseluruhan atau parsial sebagai akibat dari kegiatan atau produk perusahaan
ASPEK SIGNIFIKAN
- Aspek yang berdampak atau dapat menjadi dampak yang signifikan terhadap lingkungan
KRITERIA ASPEK DAN DAMPAK LINGKUNGAN
- Suatu rangkaian criteria yang dibuat untuk menentukan kapan aspek signifikan perlu diberikan tanda. Kriteria tersebut dirangkum dalam Appendix A
TANGGUNG JAWAB
- Pengelolaan Risiko harus diberlakukan vital untuk mencegah dan mengendalikan kerugian akibat kecelakaan, untuk itu komitmen manajemen untuk implementasinya dalam kegiatan operasional diperlukan untuk memastikan tersedianya dana, waktu dan personil
METODE
- Area authority memberikan strategi manajemen risiko untuk keefektifitas pelaksanaannya di area masing-masing sesuai yang tertulis dalam prosedur
TAHAPAN MEMBUAT JSA
1. Persiapan JSA (tim, pekerjaan yang akan dianalisa, informasi dasar yang diperlukan, JSA worksheet)
2. Uraikan langkah-langkah pekerjaan dalam LembarJSA (JSA worksheet)
3. Identifikasi bahaya-bahayanya, kondisi yang tidak aman, dan praktek kerja yang tidak aman yang dilakukan dalam setiap langkah
4. Identifiksi kemungkinan konsekuensi atau risiko terkait dengan setiap langkah
5. Evaluasi risiko-risikonya
6. Tentukan peralatan, proteksi alat, APD dan pengendalian lainnya yang diperlukan untuk mengendalikan setiap risiko yang dievaluasi
7. Rangkum semua tindakan pencegahan dan lakukan pengendalian
TEAM JSA
- Tim JSA sesuai Permit To work adalah mereka yang memahami pekerjaan yang akan dilakukan, terdiri dari Performer, Issuing Authority dan Approval Authority
H&A-IAC
- Setiap Superintenden akan melakukan identifikasi bahaya-bahaya K3LL dan risiko,aspeks dan dampak kegiatan di area operasinya
PETUNJUK IDENTIFIKASI BAHAYA & ASPEKNYA
- Pekerja harus diberikan petunjuk untuk membantu mereka dalam identifikasi bahaya keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan yang ada dalam pekerjaan atau area kerja
PENILAIAN RESIKO
- Penilaian risiko harus dilakukan untuk semua bahaya yang telah diidentifikasi yang dapat memaparkan bahaya terhadap personil (pekerja, kontraktor, penunjung, dan public/masyarakat), instalasi, property perusahaan lainnya, dan lingkungan, dengan menentukan risiko setiap bahaya yang diidentifikasi
- Kemungkinan dari keseringan dan keparahan setiap bahaya akan dinilai, dan keduanya diperhatikan untuk menentukan apakah pengendaliannya cukup untuk risiko yang dapat diterima
PENGELOLAAN RESIKO BERKELANJUTAN
- Pengelolaan dan penilaian risiko harus dilakukan berulang kali secara berkala dan apabila rekomendasinya sudah tidak valid karena, contohnya ada instalasi baru, instalasi dimodifikasi sehingga berubah dari desain awalnya, atau ada perubahan dalam praktek kerja terkait dengan kegiatan operasional instalasi
Selasa, 20 November 2012
PROCESS HAZARD ANALYSIS
PHA
- Sebuah analisis yang sistematis dan intensif metode melalui teoritis & praktis
- Pendekatan desain untuk "mengidentifikasi dan mengurangi "bahaya potensial dan proses kekurangan yang bisa mengarah pada bahaya kondisi dan membahayakan kesehatan, lingkungan dan keselamatan manusia dan penyebab / ekonomi yang seriusd dan juga aset kerugian
TERMINOLOGI
- Normal Operating Condition: Suatu kondisi yang terjadi pada komponen proses ketika suatu operasi variabel berkisar dalam batas normal amplop operasi
- Abnormal Operating Condition: Suatu kondisi yang terjadi pada komponen proses ketika suatu operasi variabel berkisar di luar batas normal operasi
- A Failure: ketidakmampuan terpisah, perangkat, komponen, peralatan, sistem, lingkungan, dll untuk melakukan fungsinya ditentukan dalam spesifik kondisi untuk durasi tertentu
- Undesirable Events: Sebuah kejadian yang merugikan dalam komponen proses yang menimbulkan ancaman untuk keselamatan
PROCESS HAZARD ANALYSIS (periodically)
- planning, preparation, workshop, report, follow up track, close out planning
METODOLOGI
• Even Tree Analysis
• Fault Tree Analysis
• API RP-14C, SAT, SAC and SAFE Chart (Oil & Gas)
• Safety Design Review Check List (SDRC)
• Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP)
• Human Error Analysis
• Job Safety Analysis (JSA)
• Preliminary Hazard Analysis
• HAZID
• Hazard and Operability (HAZOP)
• What If /Knowledge Based / Experience Based / ??? - (HAZOP)
• Failure Mode Effect Analysis (FMEA)
• Multiple Failure and Error Analysis (MFEA)
• Failure Mode Effect and Criticality Analysis (FMECA)
• Relative Ranking Dow & Mond
CHECK LIST
• Daftar dari ‘Potential Design Deficiencies’ dari suatu fasilitas
• Di kembangkan berdasarkan pengalaman rancang bangun dan operasi dari suatu fasilitas tertentu
• Daftar ini bisa berbeda antara satu fasilits dengan fasilitas lainnya, juyga berbeda dari satu prusahaan ke perusahaan lainnya
• Pendekatan yang dipiih bersifat subyektif dan sangat umum, Faktor2 dasar pemilihan dipengaruhi oleh subyektivitas personnel, kondisi fasilitas (kompleks vs sederhana)
• Memakan waktu yang singkat
• Sebaiknya di gunakan hanya oleh personnel yang sudah berpengalaman
• Check list ini perlu dikembangkan tahun demi tahun untuk menyesuaikan dengan kondisi operasi dan rancang bangun mutakhir
EVENT TREE ANALYSIS
• Penggambaran secara visual suatu kejadian yang mungkin timbul di suatu fasilitas/system
• Semakin banyak/sering kejadian yang ada, semakin banyak cabang kombinasi kesalahannya
• Event Tree menggambarkan urut - urutan kejadian yang memiliki potensi sukses atau failure
• Dapat di aplikasikan pada peralatan yang sedang normal berfungsi ataupun sedang dalam kondisi stand by
FAULT TREE ANALYSIS
• Pengembangan Kejadian yang systematis & Logis yang merupakan kombinasi kesalahan kerja software dan hardware serta manusia yang berakibat pada suatu kondisi hazard yang tidak diharapkan pada suatu system
• Termasuk Equipmant Fault, Human Response, Initiating Event
• Proces yang terbalik (Deduksi) atau ‘Top Down Approach’
– Accident ---------> Fault
– Kersimpulan Umum -----> Penyebab yang specific
• Hasilnya berupa penggambaran diagram secara qualitative (fault tree) dan quantitative (event tree)
• Memakai pendekatan ‘analytical’ dan statistical’
FTA STEPS
• Problem Definition
– Tentukan Top-Event
– Definisikan batas2 analisa
• Construction
– Mulai di Top Event
– Tentukan Penyebabnya : Immediate vs Necessary vs Sufficient
– Turun ke ketingkat dibawahnya - ulangi
– Gunakan rules : Logic symbol - Construction
• Hasil
– Mathematical expression
– Solusi lainnya : Ranking, Optimisasi, Risk Reduction
FMEA (Failure Mode Error Analysis)
• Dalam kerangka waktu, Failure Mode biasanya terjadinya antara Penyebab dan akibat
• Analisa yang sistematis terhadap potensi terjadinya kesalahan (failure) kerja/rancang bangun dari peralatan, orang, aset ataupun lingkungan
• Berfungsi sebagai “preventive action’ dari sebuah fasilitas untuk menghindari terjadinya potensi hazard atau kesalahan kerja peralatan atau manusia yang dapat berakibat fatal pada aset, manusia, dan lingkungan
• Bersifat induktive (mengacu ke masa depan) dan meng evaluasi serta meng identifikasi potensi kesalahan kerja atau hazard
• Membutuhkan waktu dan energy yang besar
FMEA PROCESS
• Identifikasi Fungsi
• Identifikasi Failure Mode
– Complete failure --> No light
– Partial Failure ---> Dim Light
– Intermittent Failure ---> Erratic blinkingLight
– Failure Over time ---> Gradual dimming of Light
– Over performance Failure ---> Too bright
• Identifikasi Effect dari Failure Mode
• Definisikan Severity
• Gunakan prosedur untuk tiap potensi konsekuensi
• Identifikasi Tipa kemungkinan penyebanya ----->Identifikasi Root Cause
• Definisikan kejadiannya (Occurrence)
• Hitung criticallity nya ----> identifikasi karakteristik special
• Identifiklasi Design atau process kontrol
• Definisikan Deteksi
• Risk Assessment
• Action to reduce risk
- Sebuah analisis yang sistematis dan intensif metode melalui teoritis & praktis
- Pendekatan desain untuk "mengidentifikasi dan mengurangi "bahaya potensial dan proses kekurangan yang bisa mengarah pada bahaya kondisi dan membahayakan kesehatan, lingkungan dan keselamatan manusia dan penyebab / ekonomi yang seriusd dan juga aset kerugian
TERMINOLOGI
- Normal Operating Condition: Suatu kondisi yang terjadi pada komponen proses ketika suatu operasi variabel berkisar dalam batas normal amplop operasi
- Abnormal Operating Condition: Suatu kondisi yang terjadi pada komponen proses ketika suatu operasi variabel berkisar di luar batas normal operasi
- A Failure: ketidakmampuan terpisah, perangkat, komponen, peralatan, sistem, lingkungan, dll untuk melakukan fungsinya ditentukan dalam spesifik kondisi untuk durasi tertentu
- Undesirable Events: Sebuah kejadian yang merugikan dalam komponen proses yang menimbulkan ancaman untuk keselamatan
PROCESS HAZARD ANALYSIS (periodically)
- planning, preparation, workshop, report, follow up track, close out planning
METODOLOGI
• Even Tree Analysis
• Fault Tree Analysis
• API RP-14C, SAT, SAC and SAFE Chart (Oil & Gas)
• Safety Design Review Check List (SDRC)
• Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP)
• Human Error Analysis
• Job Safety Analysis (JSA)
• Preliminary Hazard Analysis
• HAZID
• Hazard and Operability (HAZOP)
• What If /Knowledge Based / Experience Based / ??? - (HAZOP)
• Failure Mode Effect Analysis (FMEA)
• Multiple Failure and Error Analysis (MFEA)
• Failure Mode Effect and Criticality Analysis (FMECA)
• Relative Ranking Dow & Mond
CHECK LIST
• Daftar dari ‘Potential Design Deficiencies’ dari suatu fasilitas
• Di kembangkan berdasarkan pengalaman rancang bangun dan operasi dari suatu fasilitas tertentu
• Daftar ini bisa berbeda antara satu fasilits dengan fasilitas lainnya, juyga berbeda dari satu prusahaan ke perusahaan lainnya
• Pendekatan yang dipiih bersifat subyektif dan sangat umum, Faktor2 dasar pemilihan dipengaruhi oleh subyektivitas personnel, kondisi fasilitas (kompleks vs sederhana)
• Memakan waktu yang singkat
• Sebaiknya di gunakan hanya oleh personnel yang sudah berpengalaman
• Check list ini perlu dikembangkan tahun demi tahun untuk menyesuaikan dengan kondisi operasi dan rancang bangun mutakhir
EVENT TREE ANALYSIS
• Penggambaran secara visual suatu kejadian yang mungkin timbul di suatu fasilitas/system
• Semakin banyak/sering kejadian yang ada, semakin banyak cabang kombinasi kesalahannya
• Event Tree menggambarkan urut - urutan kejadian yang memiliki potensi sukses atau failure
• Dapat di aplikasikan pada peralatan yang sedang normal berfungsi ataupun sedang dalam kondisi stand by
FAULT TREE ANALYSIS
• Pengembangan Kejadian yang systematis & Logis yang merupakan kombinasi kesalahan kerja software dan hardware serta manusia yang berakibat pada suatu kondisi hazard yang tidak diharapkan pada suatu system
• Termasuk Equipmant Fault, Human Response, Initiating Event
• Proces yang terbalik (Deduksi) atau ‘Top Down Approach’
– Accident ---------> Fault
– Kersimpulan Umum -----> Penyebab yang specific
• Hasilnya berupa penggambaran diagram secara qualitative (fault tree) dan quantitative (event tree)
• Memakai pendekatan ‘analytical’ dan statistical’
FTA STEPS
• Problem Definition
– Tentukan Top-Event
– Definisikan batas2 analisa
• Construction
– Mulai di Top Event
– Tentukan Penyebabnya : Immediate vs Necessary vs Sufficient
– Turun ke ketingkat dibawahnya - ulangi
– Gunakan rules : Logic symbol - Construction
• Hasil
– Mathematical expression
– Solusi lainnya : Ranking, Optimisasi, Risk Reduction
FMEA (Failure Mode Error Analysis)
• Dalam kerangka waktu, Failure Mode biasanya terjadinya antara Penyebab dan akibat
• Analisa yang sistematis terhadap potensi terjadinya kesalahan (failure) kerja/rancang bangun dari peralatan, orang, aset ataupun lingkungan
• Berfungsi sebagai “preventive action’ dari sebuah fasilitas untuk menghindari terjadinya potensi hazard atau kesalahan kerja peralatan atau manusia yang dapat berakibat fatal pada aset, manusia, dan lingkungan
• Bersifat induktive (mengacu ke masa depan) dan meng evaluasi serta meng identifikasi potensi kesalahan kerja atau hazard
• Membutuhkan waktu dan energy yang besar
FMEA PROCESS
• Identifikasi Fungsi
• Identifikasi Failure Mode
– Complete failure --> No light
– Partial Failure ---> Dim Light
– Intermittent Failure ---> Erratic blinkingLight
– Failure Over time ---> Gradual dimming of Light
– Over performance Failure ---> Too bright
• Identifikasi Effect dari Failure Mode
• Definisikan Severity
• Gunakan prosedur untuk tiap potensi konsekuensi
• Identifikasi Tipa kemungkinan penyebanya ----->Identifikasi Root Cause
• Definisikan kejadiannya (Occurrence)
• Hitung criticallity nya ----> identifikasi karakteristik special
• Identifiklasi Design atau process kontrol
• Definisikan Deteksi
• Risk Assessment
• Action to reduce risk
Langganan:
Postingan (Atom)